Label

Senin, 24 Agustus 2015

RIDWAN KAMIL, PEMIMPIN MUDA YANG JAGO ARSITEK DAN SENANG BLUSUKAN

"Mungkin masyarakat rindu pemimpin yang tidak mengambil jarak. Saya teorinya itu. Saat saya memimpin dan tak mengambil jarak, itu yang diharapkan warga," ungkap Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil.


Sosoknya sangat energik. Dia pandai bergaul dan berbaur dengan warga. Hal itu, salah satunya, dibuktikan dengan keikutsertaan beliau dalam lomba makan kerupuk bersama para warga dalam rangka merayakan HUT RI ke-70 di Gang Lumbung RW 05, Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Senin, 17 Agustus 2015.

Ulah pejabat publik yang satu ini pun mendapatkan apresiasi yang begitu luas dari warga, khususnya kota Bandung. Setiap kali berkunjung ke suatu daerah (blusukan) untuk menjalankan salah satu programnya yang bernama “Sapa Warga”, Kang Emil (panggilan akrab Ridwan Kamil) pun selalu dikerumuni oleh warga dan tak jarang minta foto bersama bak seorang selebritis.

Atas hal ini, Kang Emil pun mengaku heran dengan perlakuan masyarakat yang sangat antusias itu. "Saya tidak meminta dan tidak mengira. Saya mah begini alhamdulilah, enggak juga biasa saja. Justru yang harus diwawancara warganya, saya juga ingin tahu. Itu mungkin jadi masukan buat saya," kata Kang Emil di Bandung, Minggu, 23 Agustus 2015.

Namun, siapa sangka, Kang Emil yang seorang pejabat itu terkadang tak dikenal saat kaca matanya dibuka. "Kemarin saya shalat Jum'at di masjid kecil duduk di barisan tengah. Tidak ada yang kenal karena saya buka kacamata," selorohnya.

Menurut Kang Emil, ramainya warga yang mengerumuni tak menghambat kegiatannya dalam melaksanakan amanat masyarakat sebagai pimpinan daerah. "Tidak ada masalah karena saya sudah menyiapkan mental. Jadi Walikota mah urusan sementara. Jangan menganggap ini akan selamanya. Jadi, mental saya itu mengikuti filosofi air saja, mengalir ke mana bentuk wadahnya. Bentuknya lurus ikut lurus, bentuknya belok ikut belok," tutur dia.

Kang Emil menilai, fenomena tersebut merupakan bukti bahwa masyarakat rindu sosok pemimpin yang dekat dengan warganya. "Mungkin masyarakat rindu pemimpin yang tidak mengambil jarak. Saya teorinya itu. Saat saya memimpin dan tak mengambil jarak itu, yang diharapkan warga," ungkap dia.

Selama ini, kata Kang Emil, warga sering mengira pejabat itu identik dengan pengawalan ketat dari protokoler dan ajudan. " Saya tidak. Dengan tidak begitu, saya dianggap sama saja dengan yang lain. Mungkin saya lebih sibuk saja," tutup Kang Emil.

Itulah gaya khas Kang Emil dalam memimpin kota Bandung. Namun, siapakah Kang Emil itu sebenarnya?

Nama lengkapnya adalah Mochamad Ridwan Kamil, ST. MUD. Beliau lahir di Bandung, 4 Oktober 1971. Beliau merupakan putra dari pasangan Atje Misbach Muhjiddin dan Tjutju Sukaesih.

Pada tahun 2013 Kang Emil yang dari kalangan profesional dicalonkan oleh Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra sebagai Walikota Bandung dengan didampingi oleh Oded Muhammad Danial sebagai calon wakil walikota. Dalam Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum Kota Bandung pada 28 Juni 2013, pasangan ini unggul telak dari tujuh pasangan lainnya dengan meraih 45,24% suara sehingga Pasangan Ridwan Kamil dan Oded Muhammad Danial ditetapkan menjadi pemenang dalam Pemilihan umum Wali Kota Bandung 2013. Beliau pun resmi menjadi Walikota Bandung periode 2013-2018.

Sebelum menjadi Walikota Bandung, Kang Emil adalah seorang dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB). Beliau sendiri merupakan lulusan dari sana angkatan 1990-1995 dengan mengambil jurusan Teknik Arsitektur. Lulus S-1 beliau mulai bekerja di Amerika Serikat, akan tetapi hanya bertahan empat bulan karena terkena dampak krisis moneter yang melanda Indonesia saat itu.

Meski begitu, Kang Emil tidak langsung pulang ke Indonesia. Beliau justru mendapat beasiswa untuk kuliah Master of Urban Design di University of California, Berkeley 1999-2001. Selagi mengambil S2 di Univesitas tersebut Kang Emil bekerja paruh waktu di Departemen Perancanaan Kota Berkeley. Setelah lulus S2 Kang Emil melanjutkan pekerjaan profesional sebagai arsitek di berbagai firma di Amerika Serikat.

Pada tahun 2002 Kang Emil pulang ke tanah kelahirannya Indonesia dan dua tahun kemudian mendirikan Urbane, perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa konsultan perencanaan, arsitektur dan desain. Perusahaan ini didirikan bersama teman-temannya seperti Achmad D. Tardiyana, Reza Nurtjahja dan Irvan W. Darwis.
Reputasi Internasional sudah mereka bangun dengan mengerjakan projek-projek di luar Indonesia seperti Syria Al-Noor Ecopolis di negara Syria dan Suzhou Financial District di China. Tim Urbane sendiri terdiri dari para profesional muda yang kreatif dan berpikir idealis untuk mencari dan menciptakan solusi mengenai masalah desain lingkungan dan perkotaan. Urbane juga memiliki projek berbasis komunitas dalam Urbane Projek Komunitas di mana visi dan misinya adalah membantu orang-orang dalam sebuah komunitas perkotaan untuk memberikan donasi dan keahlian-keahlian dalam meningkatkan daerah sekitarnya.
Urbane telah banyak dianugerahi penghargaan-penghargaan dari media internasional seperti BCI Asia Awards tiga tahun berturut-turut pada tahun 2008, 2009 dan 2010 dan juga BCI Green Award pada tahun 2009 atas projek desain Rumah Botol (dari botol bekas). Urbane juga sering mengikuti kompetisi di bidang desian arsitektur tingkat nasional seperti Juara 1 kompetisi desain Museum Tsunami di Nangro Aceh Darrussalam tahun 2007, Juara 1 kompetisi desain kampus 1 Universitas Tarumanegara tahun 2007, Juara 1 kompetisi desain Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Indonesia tahun 2009, juara 1 kompetisi desain Sanggar Nagari di Kota Baru Parahyangan di Kabupaten Bandung Barat dan juara 1 kompetisi desain Pusat Seni dan Sekolah Seni di Universitas Indonesia tahun 2009.
Di antara karya-karya Urbane adalah Universitas Tarumanegara Kampus 1, Jakarta (2005), Mesjid Agung Sumatra Barat, Mahligai Minang (2006), Paramount Lakes Gading Serpong, (2006), Gramedia Expo Surabaya (2006), Masjid Cibubur, Bogor (2007), Bintaro X-Change, Tangerang (2007), Kota Jababeka Remasterplan, Cikarang (2007), Kampus UMN, Serpong (2007), Area 24, Jakarta (2007), Hotel Santika Premiere, Medan (2007), Jembatan Westdrain Ancol, Jakarta (2007), Kuningan City, Jakarta (2007), Bottle House (Rumah Botol), Bandung (2008), Paramount Gateaway, Serpong (20078, Masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan, Kab. Bandung Barat (2008), Springhill Royal Residences, Jakarta (2008), Kantor BUMN, Jakarta (2008), The Convergence, Jakarta (2008), Rusunami Sentra Timur, Cakung (2008), Pusat Kesenian dan Kebudayaan Universitas Indonesia, Depok (2009), The Magix Box, Fakultas Seni Budaya Universitas Indonesia (2009), Medan Focal Point, Medan (2009), Museum Taufik Hidayat, Jakarta (2009), Masjid Semarang, Semarang (2010), Masjid Suramadu, Madura (2010), Masjid Gegerkalong, Bandung (2010), Museum Tsunami Aceh-Rumoh Aceh, NAD (2010), Harris Hotel Bogor, Bogor (2011), Masjid Antapani, Bandung (2011), Heteropia Office Tower, Jakarta (2011), Kantor Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Jakarta (2012), Hotel Tangerang, Banten (2011), Hotel Horison Ultima, Purwokerto (2011), Hotel Tijili Seminyak, Bali (2011), 18 Office Park, Jakarta (2011), Discovery World Taman Mini Indonesia Indah, Cibubur, Bogor (2011), United Tractors office, Bekasi (2012), LKPP Office, Jakarta (2012), Bank Saudara Office, Bandung (2012), Essence Apartment, Jakarta (2012), Kirana Two, Jakarta (2012), Senayan Aquatic Stadium, Jakarta (2012), Masjid Al-Azhar, Summarecon, Bekasi (2013), Masjid Emerald Bintaro, Tangerang (2013) dan sebagainya.
Sementara untuk urusan entertainment, Kang Emil juga pernah tampil sebagai cameo dalam beberapa produksi film dan televisi, khususnya yang ber-setting di kota Bandung. Penampilannya antara lain adalah di sinetron serial Preman Pensiun dan film The Wedding & Bebek Betutu.


Tegas dan Berani

Sebagai Walikota Bandung, Kang Emil juga terlihat sebagai sosok yang tegas dan berani. Beliau pernah mengingatkan agar para Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Bandung tak berlagak seperti "menak" (priayi).

"Nah paradigma inilah yang sedang kita ubah. Jangan lagi PNS itu gayanya gaya 'menak', gaya pejabat yang jauh dari warga. Saya sudah sampaikan, kepemimpinan yang terbaik itu adalah kepemimpinan yang sesekali di depan, tapi jangan terlalu banyak, dan sesekali di belakang tapi juga tidak terlalu banyak. Perbanyak bersama warga di tengah-tengah kegiatan," tutur Kang Emil saat menghadiri peresmian Kantor Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Rabu, 19 Agustus 2015.  

Selain itu, Kang Emil juga meminta agar kantor pemerintahan harus menjadi “rumah rakyat”. Artinya, kata Kang Emil, fasilitas yang dimiliki harus bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. "Saya sedang membawa perubahan paradigma bahwa yang namanya kantor pemerintahan ini harus jadi rumah rakyat juga. Seperti di Kecamatan Arcamanik, karena lapang parkir luas, silakan pakai buat warga miskin yang tidak punya tempat untuk kawinan atau akad nikah. Dengan begitu pemerintah itu dekat dengan rakyat," ungkap Emil.

Kang Emil menilai, banyaknya ruang berinteraksi untuk masyarakat akan banyak melahirkan ide-ide kreatif. "Bahkan di sini istimewanya, rumah dinas yang tidak dipakai akhirnya kita konversi menjadi rumah kreatif. Semakin banyak tempat-tempat interaksi bersama warga, saya yakin krativitas anak Bandung jadi lebih kuat. Karena biasanya anak-anak kreatif itu hanya butuh tempat saja," kata dia.


One Day No Rice

Suatu kali Kang Emil juga pernah melontarkan gagasannya soal sehari tanpa nasi atau 'one day no rice' di SMP Negeri 13 Bandung, Jalan Mutiara, Kota Bandung, Kamis, 20 Agustus 2015.

Kang Emil mengimbau agar warga Kota Bandung mulai mengurangi konsumsi bahan pangan yang terbuat dari beras setiap hari senin.  "Dipilih hari Senin karena mengombinasikan dengan pendidikan karakter berbasis agamis, yaitu kegiatan yang menguatkan keibadahan puasa Senin Kamis," kata Kang Emil.

Dia menjelaskan, kampanye 'one day no rice' merupakan upaya Pemkot Bandung untuk merubah kultur pangan masyarakat di tengah kondisi produksi beras yang mulai menipis. "Poinnya merubah kultur. Mengubah kultur itu susah. Makanya kita mulai imbau ke anak-anak sekolah karena anak sekolah masih bisa dididik. Mereka masih mencari nilai kehidupan. Kita tidak mungkin berpikir stabilitas bahan pangan ini akan selalu aman dalam jangka panjang. Mengubah kultur itu eksperimen buat saya, tidak bisa dihitung setahun dua tahun. Makanya investasinya ke anak-anak bukan ke orang dewasa," jelasnya.

Dia meminta, masyarakat bisa mulai membiasakan mengonsumsi bahan pangan pengganti beras seperti jagung, ubi, dan singkong. Setelah mencicipi sejumlah makanan olahan pengganti beras, Kang Emil mengaku rasa dari olahan singkong dan jagung tak jauh berbeda dengan nasi.  "Tadi saya coba pas dicampur dengan bumbu segala rupa mah, rasanya seperti nasi tapi ada sedikit tekstur kenyal. Kalau mentahnya mungkin kurang nyaman, kalau sudah dicampur dengan ayam segala rupa apalagi kalau makannya gratis nikmatnya dua kali lipat, kenyangnya sama saja," kata Kang Emil.

Kang Emil menambahkan, Pemkot Bandung berencana melakukan sosialisasi kampanye tersebut ke restoran dan rumah makan di Bandung.  "Tahun pertama, full kampanye mungkin tahun berikutnya kita giring ke restoran, supaya hari senin restoran yang ada di Bandung menyediakan menu yang terbuat dari bahan pengganti beras sehingga orang yang terbiasa mempunyai pilihan tanpa mengurangi kebiasaan makan," tutup Kang Emil seperti dikutip Kompas, 20 Agustus 2015.

Masih banyak lagi gagasan-gagasan brilian dari Kang Emil. Tidak cukup lembaran yang singkat ini mengungkap semuanya. Tapi, yang jelas, sosoknya yang muda dan energik serta senang blusukan sehingga begitu dekat dengan warga patut dicontoh oleh para pemimpin muda yang lainnya, tak terkecuali pemimpin yang tua. Semoga kita bisa terinspirasi dari kisah hidupnya yang singkat ini! Amien.

1 komentar:

  1. PENGAKUAN TULUS DARI SAYA DASWATI KERJA DI MALAYSIA

    Assalamualaikum.wr.wb. Kami ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang Pembantu rumah tangga di MALAYSIA yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun, merantau itu sangat menderita dan di suatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan AKY .dan katanya bisa membantu orang Lewat nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di malaysia :akhirnya saya coba untuk menhubungi.AKY SANTADEWA dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor 6D, dan nomor yg diberikan AKY meman betul2 terbukti tembus 100% dan saya sangat bersyukur berkat bantuan AKY: kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri munkin saya tidak bisa membalas budi baik AKY sekali lagi makasih yaa AKY dan bagi teman2 yg KESULITAN DALAM KEUANGAN

    APAKA ANDA TERMASUK DALAM KATEGORI DI BAWAH INI

    1/" Dikejar-kejar hutang

    2" Selaluh kalah dalam bermain togel

    3" Barang berharga anda udah habis terjual Buat judi togel

    4" Anda udah kemana2 tapi tidak menghasilkan

    5" Udah banyak Dukun togel yang kamu tempati minta angka jitunya tapi tidak ada satupun yang berhasil. Solusi yang tepat jangan anda putus asah..

    AKY SANTADEWA.akan membantu anda semua dengan Angka ritwal/GHOIB..
    angka GHOIB:SINGAPURA
    angka GHOIB:HONGKONG
    angka GHOIB:MALAYSIA
    angka GHOIB:TOTO MAGNUM 4D.6D.8D
    angka GHOIB:LAOS
    angka GHOIB:SIDNEY
    angka GHOIB:CAMBODIA
    angka GHOIB:CHINA
    angka GHOIB:KOREA
    angka GHOIB:TOTO KUDA
    angka GHOIB:ARAB SAUDI
    angka GHOIB:BRUNEI DARUSSALAM
    angka GHOIB:TAIWAN
    angka GHOIB:THAILAND
    bila butuh bantuan hubungi BELIAU :( 0852-8315-2944 ] http://akisantadewa.blogspot.com
    KARNA RASA HATI YANG GEMBIRA MAKANYA NAMA BELIAU SAYA CANTUNKAN DI INTERNET DAN NO HP AKY …

    BalasHapus