Label

Rabu, 26 Agustus 2015

CHAIRUL TANJUNG, SI ANAK SINGKONG YANG BERUBAH JADI KONGLOMERAT

“Sukses tidak bisa diraih dalam waktu sekejap,” ujar Chairul Tanjung.


Terus terang, julukan “Si Anak Singkong” kepada sosok pengusaha sukses yang kaya raya (konglomerat), Chairul Tanjung, saya dapatkan dari buku beliau yang berjudul “Chairul Tanjaung Si Anak Singkong”. Buku yang ditulis oleh Tjahja Gunawan Diredja ini termasuk best seller dalam dunia perbukuan Indonesia. Anak Singkong sendiri merupakan julukan bagi masyarakat miskin dan kumuh di ibukota.

Buku ini mengupas tentang rahasia sukses Chairul Tanjung menjadi seorang pengusaha. Dalam kata pengantarnya, Jacob Oetama selaku Pemilik Gramedia Group, mengapresiasi keberhasilan Chairul Tanjung dalam merintis usahanya. Masih muda, tapi aset kekayaannya triliunan rupiah sehingga masuk jajaran orang terkaya di Indonesia. Dia pun dijuluki the rising star (bintang yang lagi naik daun). Tentu saja, bintang dalam dunia bisnis, bukan artis.

Chairul Tanjung lahir di Jakarta pada tanggal 16 Juni 1962 dari pasangan Abdul Ghafar Tanjung dan Halimah. Ayahnya adalah seorang wartawan pada masa Orde Lama (Presiden Soekarno) yang menerbitkan surat kabar beroplah lumayan. Sedangkan ibunya merupakan seorang ibu rumah tangga. Ayah Chairul berasal dari Sibolga, Sumatera Utara, sedangkan ibunya dari Cibadak, Jawa Barat. Chairul berada dalam keluarga bersama enam saudara lainya. Ketika Orde Baru (Presiden Soeharto), usaha ayahnya dipaksa tutup karena berseberangan secara politik dengan penguasa saat itu. Keadaan ini memaksa orang tuanya menjual rumah untuk membayar hutang dan mereka tinggal di kamar losmen yang sempit.

Walau tengah dihimpit kesulitan ekonomi, namun ayah dan ibunya ingin anak-anaknya mengenyam pendidikan setinggi mungkin. Oleh karena itu, saat Chairul lulus dari SMA Boedi Oetomo (Negeri 1) Jakarta pada tahun 1981, ia kemudian melanjutkan studinya ke Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.  Chairul termasuk mahasiswa yang pandai. Ia sempat mendapat penghargaan sebagai mahasiswa teladan tingkat nasional pada tahun 1984-1985.

Untuk menopang uang sakunya yang jauh dari cukup, Chairul pun berkuliah sambil berbisnis. Awalnya ia berjualan buku kuliah stensilan, kemudian juga berjualan kaos. Ia bersama temannya kemudian juga membuka usaha foto copy di kampusnya. Ia juga membuka kios di daerah Senen Raya Jakarta Pusat yang menyediakan aneka kebutuhan dan peralatan kedokteran dan laboratorium.

Walau ia harus membagi waktu antara kuliah dan bisnis, namun Chairul bisa menyelesaikan kuliahnya di kedokteran gigi dengan baik. Ia kemudian menyandang gelar Sarjana Kedokteran di belakang namanya. Namun karena darah bisnis rupanya lebih kental, ia kemudian memutuskan untuk menjemput rejeki dari bisnis bukan sebagai dokter gigi.

Chairul kemudian lebih memantapkan bisnisnya dengan mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga temannya pada tahun 1987. Bisnis ini bermodalkan hutangan dari bank Exim sebesar 150 juta. Perusahaan Chairul dan temennya ini memproduksi sepatu anak-anak untuk diekspor. Mereka patut berbangga karena begitu mendirikan usaha ini mereka langsung menerima orderan sebesar 160 ribu pasang sepatu dari Itali. Namun kemudian Chairul memutuskan untuk berpisah dan mendirikan usaha sendiri karena ternyata ketiga temannya memiliki visi yang berbeda dengan dirinya.

Chairul Tanjung kemudian mendirikan perusahaan sendiri yang bergerak di bidang media yaitu mendirikan Trans TV. Chairul Tanjung sangat pandai dalam membangun jaringan. Perusahaannya ini semakin maju dan akhirnya berhasil membuat suatu konglomerasi yang kemudian diberi nama Para Group. Para Group sendiri kemudian membagi tiga ladang usahanya yaitu di bidang keuangan, properti, dan multimedia.

Di bidang keuangan berkembang menjadi perusahaan seperti Bank Mega Tbk, Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multifinance, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah dan Mega Finance.

Di bidang Investasi, Para Group juga mengakuisi Carrefour Indonesia di mana awalnya hanya memegang 40% saham namun kini Para Group memegang 100% saham Carrefour. Kemudian Para Group juga membeli saham Garuda Indonesia tapi entah berapa persen.

Di bidang properti, Para Group memiliki perusahaan seperti Para Bandung Propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, Mega Indah Propertindo, dan Bandung Supermall.

Di bidang multimedia, Para Group membawahi anak perusahaan seperti Trans TV, Trans 7, Maha Gaya Perdana, Trans Fashion, Trans Life Style, Trans Studio. Diberitakan juga baru-baru ini Para Group juga membeli TV One dan Antv.

Karena keberhasilannya ini, Chairul Tanjung kemudian dinobatkan sebagai konglomerat baru di Indonesia di mana beliau berada di urutan ke 937 dunia versi majalah Forbes tahun 2010 (mungkin saat ini urutannya naik) dan juga sebagai orang terkaya ke enam di Indonesia.

Chairul Tanjung kemudian merubah nama Para Group menjadi CT Corp pada tanggal 1 Desember 2011.


Rahasia Sukes

Chairul Tanjung bisa mencapai kesuksesan seperti ini bukan karena beliau adalah orang super. Ini dikarenakan beliau tipe pekerja keras. Menurut Jacob Oetama, kunci sukses Chairul Tanjung adalah karena ia tipe pekerja keras dan pekerja tuntas. Apa yang disentuhnya selalu berhasil menjadi ladang uang. Karena itu, ia pun menjuluki “Si Anak Singkong” ini sebagai Midas. Kita tahu bahwa sosok Raja Midas adalah mitologi Yunani kuno tentang orang sakti yang mampu merubah benda apapun menjadi emas setiap kali disentuh, termasuk makanan.

Chairul Tanjung sendiri mengakui bahwa kunci suksesnya adalah karena kerja keras. “Sukses tidak bisa diraih dalam waktu sekejap,” ujarnya. Karena itu, butuh kerja keras untuk mencapainya. Selain kerja keras, tentunya adalah kepercayaan dan moralitas. “Saya hampir tidak pernah memberikan upeti kepada pejabat negara atau direksi bank karena bukan itu tujuan saya. Saya mendapatkan kredit dari bank bukan dengan cara menyogok. Mendapatkan kredit karena mempunyai track record yang baik,” katanya.

Selain kerja keras, beliau juga sangat pandai dalam membangun jaringan atau networking. Bagi Chairul, membangun jaringan adalah segalanya bahkan di atas modal itu sendiri. Ketika bisnisnya lesu maka jaringan bisa diandalkan.

Membangun jaringan tidak hanya pada orang atau perusahaan yang sudah ternama saja, pada perusahaan yang belum ternama pun juga perlu karena siapa tahu esoknya kita memerlukan bantuan mereka bahkan pada seorang kurir pun menjaga networking sangat dibutuhkan.

Dalam hal investasi, Chairul memiliki idealisme bahwa perusahaan lokal pun bisa menjadi perusahaan yang bisa bersinergi dengan perusahaan-perusahaan multinasional. Ia tidak menutup diri untuk bekerja sama dengan perusahaan multinasional dari luar negeri. Baginya ini bukan upaya menjual negara. Akan tetapi ini merupakan upaya perusahaan nasional agar bisa berdiri sendiri dan jadi tuan rumah di negeri sendiri.

Dalam membangun bisnisnya, Chairul sangat sabar menapaki tangga bisnisnya. Selain kerja keras, pantang menyerah dan jaringan, kesabaran juga sangat penting. Chairul menyarankan agar tidak melakukan cara-cara instan karena itu hanya akan menjadi api dalam sekam bagi bisnisnya.

Itulah Biografi Chairul Tanjung. Untuk saat ini selain Abu Rizal Bakrie beliau adalah satu-satunya konglomerat yang asli dari darah pribumi Indonesia dan Muslim.

2 komentar:

  1. Puji syukur saya panjatkan kepada Allah yang telah mempertemukan saya dengan Mbah Rawa Gumpala dan melalui bantun pesugihan putih beliau yang sebar 5M inilah yang saya gunakan untuk membuka usaha selama ini,makanya saya sengaja memposting pesang sinkat ini biar semua orang tau kalau Mbah Rawa Gumpala bisa membantuh kita mengenai masalah ekonomi dengan bantuan pesugihan putihnya yang tampa tumbal karna saya juga tampa sengaja menemukan postingan orang diinternet jadi saya lansun menhubungi beliau dan dengan senang hati beliau mau membantuh saya,,jadi bagi teman teman yang mempunyai keluhan jangan anda ragu untuk menghubungi beliau di no 085-316-106-111 rasa senang ini tidak bisa diunkapkan dengan kata kata makanya saya menulis pesan ini biar semua orang tau,ini sebuah kisa nyata dari saya dan tidak ada rekayasa sedikit pun yang saya tulis ini,sekali lagi terimah kasih banyak ya Mbah dan insya allah suatu hari nanti saya akan berkunjun ke kediaman Mbah untuk silaturahmi.Wassalam dari saya ibu Sartika dan untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Mbah disini 🐭Pesugihan Putih Tanpa Tumbal🐭

    BalasHapus