Label

Minggu, 23 Agustus 2015

BOB SADINO, SUKSES BERKAT TELUR AYAM

Nama lengkapnya adalah Bambang Mustari Sadino, namun sehari-hari dipanggil Bob Sadino. Beliau lahir di Lampung, pada tanggal 9 Maret 1933.

Bob Sadino merupakan seorang pengusaha yang sukses asal Indonesia yang memiliki bisnis pada bidang pangan dan peternakan. Ia merupakan pemilik dari jaringan usaha yaitu Kemchick dan Kemfood.

Dalam keseharian, Bob Sadino terkenal dengan gayanya yang nyentrik. Tidak perduli dalam kondisi nyantai atau resmi seperti ngisi seminar atau diundang televisi sebagai bintang tamu, beliau kerapkali mengenakan baju dan celana pendek. Warna dan modelnya juga itu-itu saja. Beliau pun dianggap sebagai pengusaha yang nyleneh.


Bob Sadino terlahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Beliau merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara. Di saat orang tuanya meninggal, Bob yang saat itu masih berumur 19 tahun, telah mewarisi seluruh harta kekayaan dari keluarganya. Harta itu diberikan kepadanya dikarenakan para saudara kandungnya sudah dianggap hidup mapan. Bob lalu menghabiskan sebagian dari hartanya untuk berkeliling dunia. 
Di dalam perjalanannya tersebut, ia juga mengunjungi Belanda dan kemudian menetap di sana sekitar 9 tahun lamanya. Di Belanda, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam, Belanda serta di Hamburg, Jerman. Di Belanda Bob kemudian bertemu dengan Soelami Soejoed yang kemudian menjadi pasangan hidupnya.
Tahun 1967, Bob Sadino dan keluarganya kembali ke Indonesia. Ia juga membawa 2 Mercedes buatan tahun 1960an miliknya. Lalu salah satunya dijual olehnya untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta.
Pekerjaan pertama yang dilakukannya setelah keluar dari perusahaan tempat ia bekerja ialah menyewakan mobil Mercedes yang masih ia miliki, dan pada saat itu ia sendiri yang sekaligus menjadi sopirnya. Akan tetapi, suatu ketika ia mengalami kecelakaan dan mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak memiliki uang untuk memperbaikinya, ia pun beralih pekerjaan menjadi seorang tukang batu. Pada saat itu gajinya hanya Rp.100. Beliau pun pada saat itu sempat mengalami depresi akibat dari tekanan hidup yang ia alami.
Suatu ketika, temannya menyarankannya untuk memelihara ayam agar dapat melawan depresi yang telah dialaminya. Kemudian Bob tertarik dan di saat beternak ayam, ia mendapatkan inspirasi untuk berwirausaha. Ia memperhatikan kehidupan dari binatang ternaknya tersebut. Beliau seperti mendapat sebuah ilham bahwa ayam saja bisa berjuang agar bisa hidup, tentu manusia pun juga akan bisa.
Sebagai seorang peternak ayam, setiap hari Bob serta istrinya, menjual beberapa kilogram telor dari hasil peternakannya. Dalam kurun waktu satu setengah tahun, beliau dan juga istrinya telah memiliki cukup banyak pelanggan, terutama warga asing. Perlu diketahui Bob dan juga istrinya tinggal di kawasan Kemang, Jakarta di mana saat itu terdapat banyak orang asing yang menetap di sana.
Selama menjalankan usahanya itu, tidak jarang Bob Sadino dan istri dimaki-maki oleh pelanggan. Namun, mereka tidak marah. Mereka malah bersyukur karena dengan begitu mereka bisa memperbaiki diri, terutama dalam hal pelayanan. 
Dengan prinsip seperti itulah, Bob Sadino bisa sukses dalam menjalankan usahanya. Beliau bahkan kemudian mengembangkan usahanya ke bisnis supermarket yang bernama Kemchick dan Kemfood. Usaha ini kemudian berkembang pesat dan merambah ke agribisnis, terutama holtikutura, mengelola kebun sayur-mayur untuk keperluan konsumsi orang asing di Indonesia. Oleh karenanya ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah di Indonesia.Beliau percaya bahwa setiap menuju langkah sukses selalu diawali dengan kegagalan demi kegagalan. Untuk menjadi wirausaha, perjalanan tidak akan semulus yang dikira atau dipikirkan. Beliau serta istrinya banyak mengalami cobaan ketika melakukan usaha. Bagi beliau uang bukan yang menjadi nomor satu. yang terpenting ialah kemauan, berani mencari, komitmen serta menangkap peluang.
Pada saat melakukan sesuatu pikiran seseorang untuk berkembang, rencana tidaklah harus selalu baku dan juga kaku, yang ada pada diri seseorang merupakan suatu pengembangan dari apa yang sudah ia lakukan. Kelemahan banyak orang ialah karena terlalu banyak mikir dalam membuat sebuah rencana sehingga ia tidak segera melangkah. Menurut beliau, “Yang terpenting adalah sebuah tindakan”.
Keberhasilan beliau sendiri tidak terlepas dari ketidaktahuan dirinya sehingga beliau langsung terjun ke lapangan. Setelah merasakan jatuh bangun, Bob trampil serta menguasai bidangnya. Dalam proses keberhasilannya, beliau berbeda dengan kelaziman pada umumnya, yang umumnya dimulai dari ilmu, lalu praktik, lalu menjadi trampil dan menjadi seorang yang profesional. Menurut Bob, biasanya orang – orang akan memulai sesuatu dari ilmu yang dimiliki, kemudian berpikir dan lalu bertindak yang serba canggih serta arogan, karena orang tersebut merasa memiliki ilmu melebihi orang lain.
Sedangkan beliau, selalu lembut terhadap para pelanggan serta mau mendengarkan keluhan mereka. Dengan sikap beliau yang seperti itu, beliau telah banyak mendapatkan simpati dari pelanggan sarta mampu menciptakan pasar. Menurut beliau, kepuasan para pelanggan akan menimbulkan kepuasan terhadap diri sendiri. Oleh karenanya beliau selalu berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya.
Bob menempatkan perusahaannya seperti halnya sebuah keluarga. Oleh karenanya semua anggota keluarga Kem Chicks, itu harus saling menghargai satu sama lainnya serta tidak ada yang utama, karena semuanya memiliki fungsi serta kekuatan.
Setelah sempat dirawat kurang lebih selama 2 bulan, pengusaha sukses yang nyentrik itu akhirnya menghembuskan napas untuk yang terakhir kalinya, pada hari Senin, 19 Januari 2015 di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta. Beliau meninggal setelah tak kuasa menahan infeksi infeksi saluran pernafasan kronis. Beliau dikatakan sudah tak sadarkan diri selama 2-3 minggu. Penyakitnya tersebut terkait dengan faktor usia yang sudah lanjut dan kondisinya yang semakin menurun setelah istrinya meninggal dunia terlebih dahulu yaitu pada bulan Juli 2014.
Itulah biografi singkat dari Bob Sadino, seorang pengusaha sukses berkat telur ayam. Semoga kita bisa terinspirasi dari beliau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar